I’am Sorry ...
(OneShoot)
Author : @nifah35
Cast : -Kris (Exo)
-Tiffany (Snsd)
OC : -Chanyeol (Exo)
-Fei (Miss A)
Genre : romance
Length : OneShot
Annyeong! Hanifah
imnida ! Ff aku yang kesekian nih nongol hihi maklum ya kalo gak bagus! Oya
selesai baca tolong KOMENTAR nya ya di bawah klik aja tulisan KOMENTAR.. butuh
bangett nih saran dan kritik nya ! thanks for my lovely readers muaaaah!
DONT BE SILENT READERS
TYPO BERTEBARAN
Author POV
Hembusan angin dingin mulai menerpa pagi di kota seoul di
tambah lagi kicauan burung burung yang bertengger di pohon. Cahaya matahari pun
tak terlihat sinar nya yang panas. Semua orang orang memadati jalan raya untuk
melakukan kegiatan masing masing. Termasuk namja campuran Canada yang sedang
latihan baseball di salah satu lapangan besar di seoul. Ia terus berlatih
hingga butiran air terus mengalir di kening indah nya dan tak peduli dengan
tubuh nya yang di timpa hawa dingin.
“belum mantap nih”
gumam nya
Baru saja ia ingin melempar bola baseball itu
kini datang seorang yeoja yang kebetulan lewat dan menyapa nya
“hay kris! Rajin deh
latihan main pagi-pagi” sapa yeoja itu
Sedangkan namja yang
bernama kris itu hanya memandangi yeoja dari atas ke bawah
“ke..kenapa kau melihat
ku be..gitu?” lanjutnya gugup karna dipandangi oleh kris
“hyak tiffany , kenapa
kau memakai baju ketat seperti itu? Memang tidak dingin?”
“ya tadi aku habis
selesai jogging jadi agak panas yasudah kubuka deh” jelas nya
“tak pantas yeoja
seperti itu! Nih” ujar kris lalu memberikan jaket coklat nya ke tiffany
Tanpa menjawab nya, Tiffany langsung mengambil jaket itu
dari tangan kris dan memakai di tubuh nya itu. Kris kembali melanjutkan latihan
nya, ia mengambil ancang ancang untuk melempar bola tapi tiffany menahan nya
“tunggu! Biar aku saja
yang melempar bolanya” ujar tiffany
“baiklah..nih bola nya”
Tiffany mendekati kris lagi untuk mengambil bola di tangan
kris tapi tali sepatu tiffany terlepas dan tanpa diketahui tiffany, ia
menginjak tali sepatu nya sendiri yang membuatnya terjatuh lalu bertubrukan
dengan tubuh kris sehingga mereka berdua jatuh.
Tiffany yang tadi menutup mata nya mulai mengerjap-ngerjap
membuka matanya. Dia tersadar tubuh nya sedang menimpa tubuh kris. Dengan sigap
ia terbangun dan membantu kris berdiri
“kau tidak apa-apa?”
“apa nya yang tidak
apa-apa?! Lihat tangan ku!?” bentak kris sambil menunjukkan tangannya yang biru
“ha? Tnganmu kok
biru??” tanya tifany panik
“yak tangan ku mendarat
duluan saat jatuh tadi ! kau tahu kan minggu depan aku harus bertanding? Tapi
kau malah menghancurkan nya!” sahut kris dingin
Tiffany yang mendengar
itu terkejut. Ia merasa sangat bersalah. Ia menyesal membiarkan tali sepatunya
terbuka.
“maaf kan aku! Aku
tidak sengaja, tadi tali sepatu...”
“Berisik ah! Tangan ku
nyut-nyutan nih” Potong kris
Tanpa menghiraukan tiffany , ia pergi keluar lapangan dan
disusul oleh tifany. Tiffany terus berjalan di belakang kris, ia juga
menundukkan pandangan nya ke bawah. Saat kris berhenti berjalan lagi-lagi
tiffany menabrak nya pelan
“kenapa kau mengikuti
ku?”
“memang kau mau
kemana?” tanya tiffany balik
“aku ingin ke klinik
sana! Kau pulang saja! Merepotkan tahu!” sahut kris dengan sikap dingin nya
“tidak! Biarkan aku
mengantarmu!”
Kris tidak menjawab
nya. Ia hanya kembali berjalan begitupun dengan tiffany yang kembali mengikuti
langkah kris
Tiffany POV
Sudah hampir dari setengah jam kris belum keluar dari ruang
perawatan itu. Aku yang sedari tadi menunggu nya hanya duduk gelisah, aku takut
ia terjadi apa-apa pada kris. Apalagi setelah melihat tangan nya yang cepat
membiru itu. Bisa kurasakan itu sangat parah.
‘ddrt’
Suara pintu terbuka
lebar dan disitu keluar kris dengan tangan yang di....APA?! PERBAN??
Tanpa menunggu aba-aba
lagi aku langsung menghampirinya. Kulihat muka nya sangat dingin menatap ku.
“kau..”
“Apa!?”sahutnya kesal
“maaf ya” gumamku lirih
dan menundukkan kepalaku karna aku takut menatap matanya yang sangat dingin
“ayo pulang!” ajak nya
sedangkan aku hanya mengangguk kecil dan mengikuti nya lagi di belakang nya.
***
Kris POV
“loh tangan mu
kenapa?ko?” tanya chanyeol saat baru saja masuk ke kelas
“pergelangan tangan ku
retak! Butuh 3 minggu tuk sembuh total!” sahut ku kesal
“pertandingan minggu
depan gimana? Kau kan kapten nanti yang...”
“berisik ah! Kau ini
khawatirkan aku atau pertandingan huh?”
“Kris maaf..” ujar
seorang yeoja dari arah belakang ku. Aku pun langsung menoleh ke arah nya yang
ternyata Tiffany
“jadi ini gara-gara
kau?” tanya fei yang dari terdiam sekarang memandang Tiffany.
“iya aku tak sengaja
menimpa tubuhnya”jawab Tiffany pelan
“HA?
MENIMPA TUBUH NYA? MEMANG NYA KALIAN KEMARIN ‘ITU’?” teriak chanyeol keras
hingga semua anak-anak murid lain menoleh kearah kami dan aku langsung menjitak
kepala chanyeol keras
“hyak!
Bukan itu bodoh! Huh lagipula badan nya yang kecil ternyata sangat berat!”
sahutku dingin.
Awal nya aku hanya iseng berbicara seperti itu, tapi aku
salah yang aku lihat sekarang ia menundukkan kepalanya lagi dan meneteskan air
mata nya. Ingin ku hapus airmata nya dan meminta maaf tapi si playboy chanyeol
mengajak nya pergi keluar kelas dengan merangkul pinggang ramping Tiffany.
Tiba-tiba fei muncul tepat di hadapan ku
“hyak! Namja bodoh!
Bisakah kau tak menyakitinya dengan kata kata kasar mu itu huh! Dia kan sudah
minta maaf!” sahut nya kasar lalu berlalu dari hadapan ku.
‘apa aku yang salah ya?’
***
“TRING!!”
Suara bel berdering keras menandakan bel istirahat tiba.
Sejak awal pelajaran aku hanya bisa berdiam sedangkan yang lain mencatat
penjelaan dari kyun seongsanim. Aku tak bisa mencatat penjelasan dngan tangan kanan karna tangan ku di perban
dan kyun seongsanim hanya memintaku mendengarkannya saja.
Kupandangi tempat
pensil yang berhamburan akibat ulah chanyeol. Ku coba merapikan ya dengan
tangan kiri tapi tetap saja susah dan membuat nya jatuh kemana-mana
Tiffany POV
Saat bel istirahat berdering, aku langsung membereskan
buku-buku tebal ke dalam laci meja. Taklupa juga ku keluarkan sekotak makanan
yang berisi nasi goreng yang sengaja kusiapkan untuk kris. Beberapa anak-anak
murid lain sudah berhamburan keluar kelas hingga tersisa aku dan kris. Kulihat
tangan kirinya sibuk membereskan tempat pensil yang berantakan, dengan perlahan
aku menghampiri nya.
“aku bantu ya?” ujar ku
tanpa menoleh kearah kris
Tanpa aba aba lagi ku bereskan pulpen yang
berantakan itu setelah semua pulpen masuk kedalam tempat pensil mungil yang
berwarna merah itu. Aku langsung menaruh nya di ujung meja
Kris
menatapku heran dan dengan canggung aku mengambil sekotak makanan yang
sebelumnya ku letakkan di meja sebelah kris.
“ini aku bawa makanan”
tawar ku yang duduk di sampingnya
“untuk apa? Aku sudah
kenyang” sahutnya dingin
“kau yakin? Ku mohon
makan yak? Aaa” ujarku lalu menyendokkan sesendok nasi ke arah mulutnya. Ku
kira ia akan menolak tetapi tidak, dengan sikap nya dingin ia masih mau
menerima nya. Aku sangat senang.
“enak ga?” tanya ku
“mmm”gumam nya
“lagi?”
Ia hanya mengangguk
kecil dan membuka mulutnya dan lagi lagi aku menyendokkan nasi kedalam mulut
nya itu.
“kau tak makan?”
tanyanya
“tidak,nanti saja”
balas ku dengan tersenyum
Tak sampai 10 menit ia
sudah menghabiskan makanan yang sejak awal ku suapkan padanya
“terima kasih” ujar nya
“iya, kukupaskan
jeruk?”ujarku lalu mulai mengupas jeruk itu
“jangan berantakan
dong” sahut nya
“hehe maaf nanti aku
bereskan”
Setelah semua terkupas, ku ambil satu potong dan
mengarahkan nya ke mulut kris. Ia menerima lagi.
“oh ya,,I’am Sorry...”
ucapnya tiba-tiba
“a..apa?”
Ia mendekatkan wajahnya
ke arah telinga ku dan membisikkan kata-kata tadi yang membuat hembusan nafas
nya tersa di leher ku. Jujur saja itu membuat ku geli. Tak lama itu ia
memnudurkan wajahnya dan menatapku lembut. Sangat berbeda saat dia bersikap
dingin.
“I’am sorry..because
i’m hurt you” ujarnya lagi dengan halus
“No! Justru aku yang
meminta maaf padamu! Iam sorry..” ucap ku tulus
“sebenarnya sudah lama
aku suka padamu tapi aku malu mengatakan nya” ucap nya lagi yang membuat ku
sedikit terkejut
“benarkah?”
Kris POV
“benarkah?”
Tanpa menjawabnya, entah sengatan dari mana
tiba-tiba aku memajukan wajah ku untuk
mencium bibir mungil nya yang
pink muda. Aku mulai menutup mataku saat bibir ku mendarat halus di bibirnya.
Dengan perlahan kuusap sedikit bibirnya dengan bibirku. Bisa kurasakn ia juga
membalas usapan bibirku.
Rasa
sakit di tangan ku sudah hilang begitu saja. Kekuatan cinta memang tak bisa
ditandingi oleh apapun. Aku sudah tak peduli lagi dengan pertandingan baseball
minggu depan. Yang terpenting aku sudah mendapatan apa yang dari dulu ku
inginkan yaitu tiffany. Luka ditangan ku, akan kukenang sebagai luka
terindah... terima kasih Tuhan....
THE END~
Yeee selesai!! Thanks ya udah baca dari awal ampe
akhir ! tolong ya komentar/kritik/saran nya! Annyeong! Sampai jumpa di FF mendatang!
Muaaach!

No comments:
Post a Comment
Komentar Nya yak!