Annyeong!

Annyeong!!

Sunday, June 22, 2014

FF: I'am Sorry (oneshoot)



I’am Sorry ... (OneShoot)

        

Author : @nifah35
Cast : -Kris (Exo)
          -Tiffany (Snsd)
OC :  -Chanyeol (Exo)
          -Fei (Miss A)
Genre : romance
Length : OneShot
Rate : Teens (14+)

 

Annyeong! Hanifah imnida ! Ff aku yang kesekian nih nongol hihi maklum ya kalo gak bagus! Oya selesai baca tolong KOMENTAR nya ya di bawah klik aja tulisan KOMENTAR.. butuh bangett nih saran dan kritik nya ! thanks for my lovely readers muaaaah!
DONT BE SILENT READERS
TYPO BERTEBARAN

Author POV
          Hembusan angin dingin mulai menerpa pagi di kota seoul di tambah lagi kicauan burung burung yang bertengger di pohon. Cahaya matahari pun tak terlihat sinar nya yang panas. Semua orang orang memadati jalan raya untuk melakukan kegiatan masing masing. Termasuk namja campuran Canada yang sedang latihan baseball di salah satu lapangan besar di seoul. Ia terus berlatih hingga butiran air terus mengalir di kening indah nya dan tak peduli dengan tubuh nya yang di timpa hawa dingin.
“belum mantap nih” gumam nya
 Baru saja ia ingin melempar bola baseball itu kini datang seorang yeoja yang kebetulan lewat dan menyapa nya
“hay kris! Rajin deh latihan main pagi-pagi” sapa yeoja itu
Sedangkan namja yang bernama kris itu hanya memandangi yeoja dari atas ke bawah
“ke..kenapa kau melihat ku be..gitu?” lanjutnya gugup karna dipandangi oleh kris
“hyak tiffany , kenapa kau memakai baju ketat seperti itu? Memang tidak dingin?”
“ya tadi aku habis selesai jogging jadi agak panas yasudah kubuka deh” jelas nya
“tak pantas yeoja seperti itu! Nih” ujar kris lalu memberikan jaket coklat nya ke tiffany
          Tanpa menjawab nya, Tiffany langsung mengambil jaket itu dari tangan kris dan memakai di tubuh nya itu. Kris kembali melanjutkan latihan nya, ia mengambil ancang ancang untuk melempar bola tapi tiffany menahan nya
“tunggu! Biar aku saja yang melempar bolanya” ujar tiffany
“baiklah..nih bola nya”
          Tiffany mendekati kris lagi untuk mengambil bola di tangan kris tapi tali sepatu tiffany terlepas dan tanpa diketahui tiffany, ia menginjak tali sepatu nya sendiri yang membuatnya terjatuh lalu bertubrukan dengan tubuh kris sehingga mereka berdua jatuh.
          Tiffany yang tadi menutup mata nya mulai mengerjap-ngerjap membuka matanya. Dia tersadar tubuh nya sedang menimpa tubuh kris. Dengan sigap ia terbangun dan membantu kris berdiri
“kau tidak apa-apa?”
“apa nya yang tidak apa-apa?! Lihat tangan ku!?” bentak kris sambil menunjukkan tangannya yang biru
“ha? Tnganmu kok biru??” tanya tifany panik
“yak tangan ku mendarat duluan saat jatuh tadi ! kau tahu kan minggu depan aku harus bertanding? Tapi kau malah menghancurkan nya!” sahut kris dingin
Tiffany yang mendengar itu terkejut. Ia merasa sangat bersalah. Ia menyesal membiarkan tali sepatunya terbuka.
“maaf kan aku! Aku tidak sengaja, tadi tali sepatu...”
“Berisik ah! Tangan ku nyut-nyutan nih” Potong kris
          Tanpa menghiraukan tiffany , ia pergi keluar lapangan dan disusul oleh tifany. Tiffany terus berjalan di belakang kris, ia juga menundukkan pandangan nya ke bawah. Saat kris berhenti berjalan lagi-lagi tiffany menabrak nya pelan
“kenapa kau mengikuti ku?”
“memang kau mau kemana?” tanya tiffany balik
“aku ingin ke klinik sana! Kau pulang saja! Merepotkan tahu!” sahut kris dengan sikap dingin nya
“tidak! Biarkan aku mengantarmu!”
Kris tidak menjawab nya. Ia hanya kembali berjalan begitupun dengan tiffany yang kembali mengikuti langkah kris


Tiffany POV
          Sudah hampir dari setengah jam kris belum keluar dari ruang perawatan itu. Aku yang sedari tadi menunggu nya hanya duduk gelisah, aku takut ia terjadi apa-apa pada kris. Apalagi setelah melihat tangan nya yang cepat membiru itu. Bisa kurasakan itu sangat parah.
‘ddrt’
Suara pintu terbuka lebar dan disitu keluar kris dengan tangan yang di....APA?! PERBAN??
Tanpa menunggu aba-aba lagi aku langsung menghampirinya. Kulihat muka nya sangat dingin menatap ku.
“kau..”
“Apa!?”sahutnya kesal
“maaf ya” gumamku lirih dan menundukkan kepalaku karna aku takut menatap matanya yang sangat dingin
“ayo pulang!” ajak nya sedangkan aku hanya mengangguk kecil dan mengikuti nya lagi di belakang nya.

 ***
Kris POV
“loh tangan mu kenapa?ko?” tanya chanyeol saat baru saja masuk ke kelas
“pergelangan tangan ku retak! Butuh 3 minggu tuk sembuh total!” sahut ku kesal
“pertandingan minggu depan gimana? Kau kan kapten nanti yang...”
“berisik ah! Kau ini khawatirkan aku atau pertandingan huh?”
“Kris maaf..” ujar seorang yeoja dari arah belakang ku. Aku pun langsung menoleh ke arah nya yang ternyata Tiffany
“jadi ini gara-gara kau?” tanya fei yang dari terdiam sekarang memandang Tiffany.
“iya aku tak sengaja menimpa tubuhnya”jawab Tiffany pelan
“HA? MENIMPA TUBUH NYA? MEMANG NYA KALIAN KEMARIN ‘ITU’?” teriak chanyeol keras hingga semua anak-anak murid lain menoleh kearah kami dan aku langsung menjitak kepala chanyeol keras
“hyak! Bukan itu bodoh! Huh lagipula badan nya yang kecil ternyata sangat berat!” sahutku dingin.                                                                                                             
          Awal nya aku hanya iseng berbicara seperti itu, tapi aku salah yang aku lihat sekarang ia menundukkan kepalanya lagi dan meneteskan air mata nya. Ingin ku hapus airmata nya dan meminta maaf tapi si playboy chanyeol mengajak nya pergi keluar kelas dengan merangkul pinggang ramping Tiffany. Tiba-tiba fei muncul tepat di hadapan ku
“hyak! Namja bodoh! Bisakah kau tak menyakitinya dengan kata kata kasar mu itu huh! Dia kan sudah minta maaf!” sahut nya kasar lalu berlalu dari hadapan ku.
‘apa aku yang salah ya?’
         
                                                ***
“TRING!!”
          Suara bel berdering keras menandakan bel istirahat tiba. Sejak awal pelajaran aku hanya bisa berdiam sedangkan yang lain mencatat penjelaan dari kyun seongsanim. Aku tak bisa mencatat penjelasan  dngan tangan kanan karna tangan ku di perban dan kyun seongsanim hanya memintaku mendengarkannya saja.
Kupandangi tempat pensil yang berhamburan akibat ulah chanyeol. Ku coba merapikan ya dengan tangan kiri tapi tetap saja susah dan membuat nya jatuh kemana-mana

Tiffany POV
          Saat bel istirahat berdering, aku langsung membereskan buku-buku tebal ke dalam laci meja. Taklupa juga ku keluarkan sekotak makanan yang berisi nasi goreng yang sengaja kusiapkan untuk kris. Beberapa anak-anak murid lain sudah berhamburan keluar kelas hingga tersisa aku dan kris. Kulihat tangan kirinya sibuk membereskan tempat pensil yang berantakan, dengan perlahan aku menghampiri nya.
“aku bantu ya?” ujar ku tanpa menoleh kearah kris
 Tanpa aba aba lagi ku bereskan pulpen yang berantakan itu setelah semua pulpen masuk kedalam tempat pensil mungil yang berwarna merah itu. Aku langsung menaruh nya di ujung meja
Kris menatapku heran dan dengan canggung aku mengambil sekotak makanan yang sebelumnya ku letakkan di meja sebelah kris.
“ini aku bawa makanan” tawar ku yang duduk di sampingnya
“untuk apa? Aku sudah kenyang” sahutnya dingin
“kau yakin? Ku mohon makan yak? Aaa” ujarku lalu menyendokkan sesendok nasi ke arah mulutnya. Ku kira ia akan menolak tetapi tidak, dengan sikap nya dingin ia masih mau menerima nya. Aku sangat senang.
“enak ga?” tanya ku
“mmm”gumam nya
“lagi?”
Ia hanya mengangguk kecil dan membuka mulutnya dan lagi lagi aku menyendokkan nasi kedalam mulut nya itu.
“kau tak makan?” tanyanya
“tidak,nanti saja” balas ku dengan tersenyum
Tak sampai 10 menit ia sudah menghabiskan makanan yang sejak awal ku suapkan padanya
“terima kasih” ujar nya
“iya, kukupaskan jeruk?”ujarku lalu mulai mengupas jeruk itu
“jangan berantakan dong” sahut nya
“hehe maaf nanti aku bereskan”
          Setelah semua terkupas, ku ambil satu potong dan mengarahkan nya ke mulut kris. Ia menerima lagi.
“oh ya,,I’am Sorry...” ucapnya tiba-tiba
“a..apa?”
Ia mendekatkan wajahnya ke arah telinga ku dan membisikkan kata-kata tadi yang membuat hembusan nafas nya tersa di leher ku. Jujur saja itu membuat ku geli. Tak lama itu ia memnudurkan wajahnya dan menatapku lembut. Sangat berbeda saat dia bersikap dingin.
“I’am sorry..because i’m hurt you” ujarnya lagi dengan halus
“No! Justru aku yang meminta maaf padamu! Iam sorry..” ucap ku tulus
“sebenarnya sudah lama aku suka padamu tapi aku malu mengatakan nya” ucap nya lagi yang membuat ku sedikit terkejut
“benarkah?”

Kris POV
“benarkah?”
 Tanpa menjawabnya, entah sengatan dari mana tiba-tiba aku memajukan wajah ku untuk  mencium bibir mungil  nya yang pink muda. Aku mulai menutup mataku saat bibir ku mendarat halus di bibirnya. Dengan perlahan kuusap sedikit bibirnya dengan bibirku. Bisa kurasakn ia juga membalas usapan bibirku.
          Rasa sakit di tangan ku sudah hilang begitu saja. Kekuatan cinta memang tak bisa ditandingi oleh apapun. Aku sudah tak peduli lagi dengan pertandingan baseball minggu depan. Yang terpenting aku sudah mendapatan apa yang dari dulu ku inginkan yaitu tiffany. Luka ditangan ku, akan kukenang sebagai luka terindah... terima kasih Tuhan....

THE END~

Yeee selesai!! Thanks ya udah baca dari awal ampe akhir ! tolong ya komentar/kritik/saran  nya! Annyeong! Sampai jumpa di FF mendatang! Muaaach!



No comments:

Post a Comment

Komentar Nya yak!